Music Engraving Class : How to Write Digital Music Sheets with MuseScore

image
On Wednesday, April 20 th, 2022 · no Comments · In , ,

Music Engraving Class adalah salah satu program kerja Divisi Bibliografi OSUI Mahawaditra. Kelas yang diadakan pada setiap awal tahun ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada anggota Divisi Bibliografi di periode kepengurusan yang baru mengenai cara menggunakan software MuseScore untuk melakukan penulisan ulang partitur musik secara digital. Walaupun kelas ini utamanya ditujukan untuk anggota Divisi Bibliografi, pengurus OSUI Mahawaditra dari divisi lain yang berminat juga diperbolehkan untuk mengikuti kelas ini.

Narasumber dari kelas ini adalah Baja Stephanus Razqi Siagian, atau lebih dikenal dengan sapaan Baja. Baja sendiri adalah Wakil Ketua Divisi Bibliografi OSUI Mahawaditra pada periode 2021. Menurut Baja, sebelum adanya software untuk menulis partitur musik secara digital, para komposer memperbanyak partitur musik mereka dengan bantuan seorang engraver. Engraver tersebut menulis partitur musik dengan mengukirnya di atas besi. Hal inilah yang menjadi asal mula dari music engraving, yakni kegiatan menulis ulang suatu partitur musik dalam medium yang baru dengan tujuan untuk memperbanyak maupun memproduksi ulang partitur musik tersebut. Dengan adanya software untuk menulis partitur musik secara digital seperti MuseScore, sekarang orang-orang dapat menulis ulang maupun memproduksi partitur musik mereka sendiri dengan lebih mudah.

Pada tahun ini, Music Engraving Class terdiri dari tiga sesi dan berlangsung secara daring. Pada sesi pertama yang berlangsung Minggu, 13 Februari 2022 lalu, Baja memberikan pelatihan mengenai cara menulis komponen dasar partitur musik dengan menggunakan MuseScore, seperti cara membuat music staff baru beserta clef dan key signature yang diinginkan, cara menulis not di atas staff tersebut, serta cara untuk menambahkan tempo pada music score yang telah dibuat. Setelah Baja selesai menjelaskan materi, Baja memberikan tugas singkat kepada para peserta yang berdurasi sekitar 5 menit untuk diselesaikan, yang kemudian hasilnya ditampilkan di kelas secara virtual. Tujuan dari pemberian tugas singkat ini adalah agar para peserta dapat langsung mempraktikkan apa yang telah diajarkan selama kelas berlangsung sehingga para peserta akan mendapatkan pengalaman secara langsung dalam menggunakan MuseScore. Selain memperagakan fungsi-fungsi tersebut dengan MuseScore, Baja juga memberikan keyboard shortcut yang dapat dipakai untuk menulis partitur musik dengan MuseScore, seperti bagaimana not dapat dimasukkan dengan menekan keys yang sesuai dengan nama not tersebut di keyboard komputer. Hal ini bertujuan agar penulisan musik dapat dilakukan dengan lebih cepat jika dibandingkan dengan menggunakan mouse untuk memasukkan not satu demi satu.

Pada sesi kedua Music Engraving Class yang diadakan pada Minggu, 20 Februari 2022, Baja memperagakan mengenai bagaimana cara memberikan “hiasan” pada not-not yang sudah ditulis, seperti bagaimana cara menambahkan tuplets, slurs, lines, dan dynamics. Dengan adanya “hiasan” tersebut, nuansa partitur musik dapat lebih berwarna. Partitur musik yang dibuat di MuseScore dapat memiliki audio dengan variasi bunyi yang lebih banyak jika dibandingkan dengan partitur yang hanya memiliki not saja. Selain itu, Baja juga memperagakan bagaimana cara menambahkan text di partitur MuseScore yang memiliki banyak kegunaan, misalnya untuk menambahkan lirik pada partitur.

Sesi 2, 20 Februari 2022. Penjelasan materi mengenai pemberian “hiasan” pada not oleh Baja

Pada sesi ketiga yang diadakan pada Minggu, 27 Februari 2022, para peserta diberi pelatihan mengenai cara menggunakan MuseScore dengan fungsionalitas yang lebih tinggi. Pada sesi ini, Baja memperagakan bagaimana cara menggunakan MuseScore untuk membuat partitur yang terdiri dari berbagai instrumen. Selain itu, para peserta juga diberikan penjelasan mengenai cara menulis drum notation, cross-staff notation, serta cara menambahkan breaks dalam partitur MuseScore yang dibuat.

Di akhir setiap pertemuan, para peserta akan diberikan tugas mandiri. Tugas mandiri ini memiliki tingkat kesulitan yang disesuaikan dengan materi di setiap pertemuan. Tujuan dari pemberian tugas mandiri ini adalah agar para peserta mendapatkan pengalaman menulis dan melakukan engraving partitur musik dengan menggunakan MuseScore secara langsung dan agar para peserta dapat mengeksplorasi fitur-fitur software MuseScore yang telah diajarkan di kelas.

Demikian akhir dari Music Engraving Class pada tahun ini. Pada seluruh rangkaian Music Engraving Class, para peserta telah mendapat pengetahuan mengenai bagaimana cara menulis partitur musik dengan menggunakan MuseScore sebagai medium penulisannya. Selain itu, para peserta juga telah mendapatkan pengalaman menggunakan software MuseScore untuk memproduksi partitur musik mereka dengan mandiri. Walaupun singkat, kami berharap Music Engraving Class ini dapat menjadi bagian tidak terlupakan dari perjalanan musik orang-orang yang terlibat di dalamnya dan dengan begitu akan meningkatkan rasa kecintaan mereka terhadap musik.

Oleh: Aulia Radityatama Suhendra

Leave a Reply